DPC GCP Tangsel Kawal Prabowo ke Akar Rumput Usai Apel Akbar Jabar
Sukabumi, SakoIndonesia.asia – Jajaran pengurus dan kader DPC GCP Kota Tangerang Selatan resmi kembali ke wilayah kerjanya seusai mengikuti Apel Akbar GCP se-Jawa Barat yang digelar Sabtu, (9/8/2026) di Grand Riung, Jalan Salabintana, Sukabumi.
Keikutsertaan kontingen Tangsel dalam acara yang diikuti sekitar 1.000 peserta lintas wilayah, termasuk DPD GCP Provinsi Banten, itu bukan sekadar kehadiran tamu undangan, melainkan pengukuhan posisi Tangsel sebagai bagian dari garda terdepan konsolidasi nasional organisasi, sekaligus penandatanganan deklarasi bersama berisi tiga komitmen tak tergoyahkan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Mengusung tema “Tegak Lurus, Satu Komando, Jaga NKRI”, rangkaian acara dibuka dengan apel khidmat yang diwarnai pembacaan deklarasi tiga poin utama yang wajib dipegang seluruh jajaran GCP di tingkat mana pun: pertama, dukungan penuh tanpa syarat terhadap seluruh program pemerintah pusat; kedua, ketaatan mutlak terhadap hukum negara yang berlaku; ketiga, penolakan tanpa kompromi terhadap segala praktik korupsi dan kolusi di lingkungan organisasi maupun masyarakat.
Acara ditutup dengan peresmian Dapur SPPG di Pondok Pesantren Al-Fath Sukabumi yang diasuh Prof. KH. Fajar Laksana, menjadi bukti nyata GCP menerjemahkan dukungan politik ke aksi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Dalam arahan yang menjadi landasan gerak seluruh wilayah, Ketua Umum DPP GCP H. Iwan Kurniawan menegaskan sikap tegas organisasi di hadapan seluruh peserta apel.
“Satu pesan yang harus dibawa pulang setiap kader ke daerah masing-masing: GCP tidak akan pernah membiarkan Presiden Prabowo berjuang sendirian mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Apel Akbar ini memaku seluruh jajaran pada satu komando, satu arah gerak, dan satu tujuan: mengawal setiap program pemerintah yang berpihak pada rakyat kecil, tanpa terkecuali,” ujarnya.
Ketua DPD GCP Jawa Barat Iskandar juga menetapkan garis merah yang tidak boleh dilanggar oleh kader mana pun, termasuk utusan dari luar wilayah Jawa Barat yang hadir.
“Tidak ada ruang bagi kader GCP untuk bertindak sendiri-sendiri, apalagi berkonflik dengan pemerintah daerah. Seluruh jajaran wajib bersinergi positif dengan pemda di wilayah masing-masing, menaati setiap aturan hukum, dan secara tegas memutus segala hubungan dengan praktik korupsi serta kolusi. Kekuatan organisasi tidak diukur dari jumlah anggota, tapi dari integritas yang terjaga dan kepercayaan rakyat yang terjaga,” tegasnya.
Kedudukan DPC GCP Kota Tangerang Selatan dalam konsolidasi ini menjadi catatan tersendiri: sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Negara di Provinsi Banten, kehadiran Tangsel dalam apel regional Jawa Barat menandakan GCP sedang memperkuat jaringan lintas provinsi di kawasan Jabodetabek sebagai basis dukungan utama pemerintah.
Arahan langsung untuk wilayah Banten disampaikan Ketua DPD GCP Provinsi Banten Muhayar pada kesempatan yang sama. “Kita terjemahkan hasil apel ini ke tiga langkah nyata di tingkat daerah: perkuat konsolidasi internal sampai ke lapisan terbawah organisasi, jalankan seluruh program kerja yang selaras dengan arahan pemerintah, dan matangkan persiapan menuju Apel Akbar Nasional GCP yang akan digelar pada Agustus 2026,” paparnya.
Merespons arahan tersebut, Ketua DPC GCP Kota Tangerang Selatan Rahmat Daeng menegaskan komitmen pihaknya untuk menindaklanjuti mandat apel secara konsisten di wilayah kerjanya.
“Kehadiran kami dari Tangsel dalam Apel Akbar ini adalah wujud nyata dukungan terhadap penguatan organisasi, komitmen menjaga persatuan nasional, dan keseriusan mengawal seluruh program pemerintah.” jelasnya.
“Kami akan memastikan mandat satu komando ini berjalan sampai ke tingkat kelurahan: menyerap aspirasi warga secara langsung, dan memastikan setiap program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat bisa berjalan optimal di Kota Tangerang Selatan tanpa hambatan,” tandasnya.
Sebagai tindak lanjut resmi, seluruh DPD dan DPC se-Jabodetabek diwajibkan menyusun laporan aksi tindak lanjut hasil konsolidasi apel paling lambat 15 Agustus 2026. Laporan tersebut akan menjadi bahan evaluasi tingkat nasional sekaligus dasar pematangan rangkaian Apel Akbar Nasional GCP yang menjadi puncak seluruh rangkaian konsolidasi organisasi pada akhir Agustus 2026.(red)











