Zarkasih Nur di Historia Tangsel: Merawat Kearifan Lokal Kunci Utama Kesejahteraan Rakyat

Zarkasih Nur di Historia Tangsel: Merawat Kearifan Lokal Kunci Utama Kesejahteraan Rakyat

Tangsel, SakoIndonesia.asia – Tokoh nasional sekaligus Mantan Menteri Koperasi dan UKM, KH Zarkasih Nur, menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai kearifan lokal merupakan fondasi utama dalam merawat jati diri bangsa sekaligus menyejahterakan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda forum ‘Historia The Series Part 13’ yang digelar di Tambi Historia Tangsel, Minggu (26/7).

‎Dalam forum bertajuk “Merawat Jati Diri Bangsa Melalui Nilai-Nilai Kearifan Lokal” tersebut, Zarkasih Nur menyampaikan dukungan penuhnya terhadap berbagai gerakan sosial kebudayaan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat bawah. Ia menilai, langkah berkelanjutan yang dilakukan komunitas lokal selaras dengan visi besar pembangunan nasional.

‎Menurut Zarkasih, gerakan kemandirian berbasis komunitas sejalan dengan program-program unggulan pro-rakyat yang diusung oleh Presiden RI Prabowo Subianto demi meningkatkan taraf hidup masyarakat secara merata.

Insert: Tambi Historia Tangsel


‎”Kita harus selalu semangat, konsisten, dan meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Esa senantiasa berpihak kepada mereka yang bersungguh-sungguh serta tulus bergerak untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia, khususnya warga di Kota Tangerang Selatan,” ujar Zarkasih Nur di hadapan para peserta.

‎Menanggapi arahan tersebut, Ketua Yayasan Historia Tangsel, Agam Pamungkas, menyatakan bahwa dorongan dari tokoh nasional menjadi suntikan moral yang sangat berharga bagi lembaganya.

Ia berkomitmen menjadikan kearifan lokal sebagai motor penggerak ekonomi warga Tangsel, bukan sekadar kenangan sejarah semata.

‎”Wejangan dari Ayahanda KH Zarkasih Nur membakar semangat kami untuk terus konsisten. Historia Tangsel bertekad merawat nilai-nilai tradisi lokal sekaligus merealisasikannya dalam program nyata yang membawa dampak ekonomi langsung bagi warga Tangerang Selatan,” tegas Agam Pamungkas.

‎Ketua Litbang Historia Tangsel, Rahmat Hidayat, menyimpulkan bahwa penguatan jati diri bangsa memerlukan keterpaduan antara modal sosial daerah dan kebijakan makro pemerintah.

‎”Diskusi hari ini menggarisbawahi tiga hal kunci: ketahanan budaya, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, dan konsistensi aksi. Kebijakan pro-rakyat di tingkat nasional perlu disambut gerakan komunitas di tingkat lokal agar hasilnya terasa nyata di masyarakat,” pungkas Rahmat.

‎Para peserta yang terdiri dari elemen budayawan, akademisi, tokoh pemuda, hingga pelaku UMKM Kota Tangerang Selatan menyambut hangat kegiatan ini.

Mereka menilai diskusi Historia The Series sangat edukatif dan menginspirasi, serta berharap forum ini berlanjut menjadi program aksi pendampingan ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal secara konsisten.(*)

Karonesia
  • Penulis: tim redaksi
  • Editor: Lingga
  • Sumber: Historia Tangsel
Bagikan Artikel Ini
Informasi terpercaya dari karonesia.com
Redaksi Sakoindonesia.asia
Redaksi Sakoindonesia.asia
Articles: 27

Artikel Populer