Forum ‘Ngonseb’ Tangsel: Cairkan Sekat Komunikasi Warga untuk Redam Gesekan Sosial

Forum ‘Ngonseb’ Tangsel: Cairkan Sekat Komunikasi Warga untuk Redam Gesekan Sosial

Tangerang Selatan, Sakoindonesia.asia – Masyarakat diingatkan untuk tidak mengambil tindakan sendiri saat menemukan potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungannya. Seluruh penanganan dan penegakan hukum tetap menjadi kewenangan penuh kepolisian, sementara warga diimbau mengutamakan komunikasi serta pelaporan melalui jalur resmi.

Pesan tersebut ditegaskan Ketua Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas) Polres Tangerang Selatan, Mulyadi Widodo, dalam obrolan santai seni dan budaya (Ngonseb) HISTORIA The Series Part 20 bertema “Kolaborasi Aktif Menjaga Ketenteraman Lingkungan” di Basecamp Tambi HISTORIA TANGSEL, Pamulang Timur, Minggu (20/9/2026).

Mulyadi menjelaskan, upaya menjaga kondusivitas wilayah memerlukan keterlibatan aktif warga melalui kepedulian lingkungan dan kebiasaan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

Langkah sederhana seperti saling mengenal antar warga, menjaga fasilitas bersama, serta mengenali potensi gangguan sejak dini menjadi fondasi penting dalam pencegahan konflik.

Menurutnya, partisipasi masyarakat harus dijalankan sesuai batas kewenangan tanpa melangkahi proses hukum.

“Yang paling penting adalah jangan sampai masyarakat langsung mengambil tindakan sendiri. Kalau menemukan persoalan, komunikasikan dan laporkan melalui jalur yang benar. Penegakan hukum tetap menjadi kewenangan Polri,” ujar Mulyadi.

Ia menambahkan, Pokdarkamtibmas hadir sebagai wadah kemitraan antara masyarakat dan pihak kepolisian yang berfokus pada deteksi dini, penguatan komunikasi warga, serta penerusan laporan resmi kepada aparat berwenang.

Situasi keamanan yang terjaga dinilai berdampak langsung pada kelancaran aktivitas warga, mulai dari pelayanan publik, ekonomi lokal, hingga kegiatan seni budaya.

Dukungan terhadap pendekatan sosial tersebut disuarakan Ketua Litbang Historia, Rahmat Hidayat. Menurutnya, forum seni dan budaya seperti “Ngonseb” menjadi sarana efektif dalam mencairkan komunikasi antarwarga sekaligus meredam potensi konflik sosial di tingkat akar rumput.

“Ruang seni dan budaya ini melunakkan sekat komunikasi. Ketika warga saling mengenal secara personal dalam suasana yang guyub, potensi gesekan dan aksi main hakim sendiri dapat diredam sejak dini,” kata Rahmat Hidayat.

Sebagai langkah berkelanjutan, Pokdarkamtibmas Tangsel terus melakukan pembinaan internal, pendataan keanggotaan, hingga penguatan sektor dan sub-sektor.

Kolaborasi lintas unsur antara warga, pemerintah, dan kepolisian diharapkan terus berjalan sebagai kerja bersama dalam mengedepankan tindakan pencegahan sejak dini.(*)

Penulis: tim redaksi Editor: Redaksi

Bagikan Berita Ini

Dukung jurnalisme yang akurat, independen, dan terpercaya bersama Sakaindonesia.asia.

Redaksi Sakoindonesia.asia
Redaksi Sakoindonesia.asia
Articles: 36

Artikel Populer